Belajar Bisnis Dari Orang Cina

Pedagang = Orang Cina,mayoritas orang cina memang berprofesi sebagai pedagang. Tak heran, kini produk-produk Cina merajai pasar dunia (khususnya negara kita). Sebagai negara yang  tingkat konsumsi masyarakatnya tinggi,seharusnya kita pun mencoba untuk jadi produsen. Oleh karena itu, kita harus belajar bisnis dari orang Cina agar kelak bisa meraih sukses. 

A. Falsafah Bisnis Orang Cina 
• Untuk mencapai sukses orang cina harus berdagang. 
• Berdagang dijadikan hobi bukan mengisi waktu kosong. 
• Pengalaman berdagang diberikan kepada anak cucu. 
• Keuntungan tidak dibelanjakan. 
• Orang cina suka perdagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang. 
• Pedagang yang jatuh akan merasa sakit,tetapi rasa sakitlah yang membuat bangkit kembali 

B. Budaya Bisnis Orang Cina
• Orang cina rela bangun pagi dan terus bekerja sampai malam.
• Apabila orang cina mengatakan akan berdagang, mereka tidak akan berpikir panjang.
• Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangat.
• Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang
 • Budaya dagang cina mengutamakan hal penting, siapa cepat siapa dapat.

C. Sistem dan Seni Bisnis Cina
• Orang cina mengizinkan pelanggannya membuat pilihan tanpa tekanan.
• Sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas.
• Pelanggan lama diberi kebebasan dan pelayanan istimewa dan yang baru diberikan hadiah atau potongan harga.
• Pekerja dalam sistem bisnis Cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis
• Berwirausaha penuh dengan persaingan yang keras dan dilakukan berbagai macam cara. (seni bela diri).
• Dalam berwirausaha diperlukan adanya kecermatan atau ketelitian yang tinggi dan sikap fleksibel .
• Seni bisnis Cina mengutamakan win-win solution.
• Pengusaha harus rajin bekerja, ramah dan menjadikan pelanggan sebagai sahabat dekat.
• Pengusaha harus memiliki daya tahan, mental dan jiwa kuat

D. Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina
• Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan, perasaan kurang aman dan kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain
• Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki ahli waris keturunan (harus kaya)
• Uang jangan menjadi penghalang. Asal ada kemauan disitu ada jalan
• Melarang menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain
• Pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekan perdagangan orang lain
• Pedagang tidak boleh terlalu kaku, harus ada tawar-menawar

E. Cara Bisnis Orang Cina
• Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan 
• Tidak boleh pelit untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan 
• Bekerja minimal 18 jam sehari 
• Harus fleksibel dan beradaptasi dengan kondisi yang ada 
• Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya 
• Tidak boleh semata-mata mengikut pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat dan kehendak orang banyak 
• Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya saing, semangat tinggi dan pantang menyerah 
• Citra(image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan berpakaian 
• Lebih suka memperkerjakan sanak saudara untuk membantu dagang 
• Akan merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya 
• Sebagian keuntungan harus disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan yang terjadi diluar dugaan


Read More..

Analisis Laporan Keuangan

A. Pengertian Laporan Keuangan 

  • Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akutansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. 
  • Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca. 
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi : 
• Neraca 
• Laporan keuangan 
• Laporan perubahan ekuitas 
• Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana. • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. 

B, Penilaian Kesehatan Bank Menurut Metode Camel 
Penilaian kesehatan bank meliputi lima aspek yaitu: 
• Capital, untuk rasio kecukupan modal 
CAR = MODAL / ATMR ( Aktiva tertimbang Menurut Risiko) 
• Assets, untuk rasio kualitas aktiva 
NPL = Kualitas produktif bermasalah / aktiva produktif 
• Management, untuk menilai kualitas manajemen 
• Earning, untuk rasio-rasio rentabilitas bank 
NIM = Pendapatan bunga bersih / rata-rata aktiva produktif 
BO/PO = Total beban operasional / total pendapatan operasional 
• Liquidity, untuk rasio-rasio likuiditas bank 
FDR = Seluruh penempatan pembiayaan / seluruh dana yang dihimpun + modal sendiri 

C. Analisis DUPONT 
• Analisis DuPont adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan dan tingkat pengembalian ekuitas. 
• Format dasar dari analisis DuPont adalah membagi pengembalian atas hak kekayaan ke dalam tiga penggerak, disajikan sebagai berikut: 
Tingkat pengembalian ekuitas = 
 {(laba bersih/ penjualan) X (penjualan / total aktiva)} / {1- (total utang / total aktiva) }


Read More..

MANAGEMENT SUMBER DANA

Pendekatan Alokasi Dana Bank : 
1. Pool Of Fund Approach (Pendekatan Penggabungan Dana) 
2. Asset Allocation Approach (Pendekatan Alokasi Aset). 

A. Pool Of Fund Approach 
Semua sumber dana yang dihimpun digabung menjadi satu, kemudian dialokasikan tanpa memperhatikan jenis dana, sifat sumber dana, jangka waktu penempatan, serta biaya dana. Dana-dana tersebut dialokasikan ke berbagai bentuk penempatan dana berdasarkan prioritas dan strategi penggunaan dana bank. Kelebihan pendekatan ini adalah perhitungan biaya relatif sederhana, pengelolaannya tidak kompleks. Sedangkan, Kelemahannya adalah:  
 Tidak diberikan dasar untuk memperkirakan standar kualitas. 
 Tidak terdapat pertimbangan terhadap perubahan giro, tabungan, deposito, dan sumber lainnya. 
 Mengabaikan likuiditas yang berasal dari portofolio kredit melalui pembayaran cicilan dan bunga secara terus-menerus. 
 Memperkecil peranan cadangan sekunder sebagai sumber likuiditas . 
 Mengabaikan kenyataan mengenai kemampuan bank untuk memperoleh laba dari operasinya. 
 Mengabaikan peran interaksi aktiva dan pasiva dalam penyediaan likuiditas secara musiman. 

B. Asset Allocation Approach 
Pendekatan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa masing-masing sumber dana memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga harus diperlakukan secara individual sesuai karakteristik dana tersebut. Kelebihannya adalah mengalihkan penekanan likuiditas kepada profitavilitas dan jumlah rata-rata cadangan likuiditas mengalami penurunan sehingga alokasi dana dapat dioptimalkan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Sedangkan Kelemahannya adalah : 
 Keputusan mengenai jumlah likuiditas berdasarkan perkiraan atau perputaran simpanan. 
 Bisa terjadi kelebihan likuiditas yang menyebabkan keuntungan menjadi berkurang. 
 Portofolio kredit dianggap sama sekali tidak likuid, sehingga kredit tidak dianggap sebagai sumber likuiditas yang potensial. 
 Keputusan mengenai manajemen aktiva pasiva dibuat secara independen. 

C. Jenis-Jenis Alokasi Dana Bank 
1. Menurut prioritas penggunaan dana; 
• Cadangan primer; 
Untuk memenuhi ketentuan likuiditas minimum dan keperluan operasi bank sehari-hari. Bentuknya berupa uang kas, saldo rekening BI dan bank lain, serta warkat-warkat lain dalam proses tertentu. 
• Cadangan sekunder; 
Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang jangka waktunya kurang dari satu tahun sekaligus untuk memperoleh margin keuntungan. Bentuknya Sertifikat Bank Indonesia, Sertifikat Berharga Pasar Uang, Sertifikat deposito, Commercial Paper 
• Penyaluran pembiayaan; 
Untuk memperoleh sumber pendapatan utama. Jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. 
• Investasi. 
Investasi dilakukan dalam bentuk surat berharga jangka panjang. Bertujuan untuk memperoleh tambahan pendapatan. Bentuknya obligasi, surat berharga derivatif, dll. 
2. Menurut sifat aktiva. 
• Aktiva tidak produktif (non earning assets) 
Contohnya adalah Aktiva tetap dan inventaris kantor serta kas, giro pada Bank Indonesia. 
• Aktiva produktif (earning assets). 
Contohnya adalah pembiayaan, penempatan dana pada bank lain, surat-surat berharga, penyertaan modal. 

D. Biaya Dana Dank 
• Cost of loanable fund; 
• Overhead Cost; 
• Risk factor; 
• Spread; 
• Pajak; 
• Zakat.

Sumber: Materi Kuliah
Read More..

ASSET LIABILITY MANAGEMENT

A. Definisi
Suatu proses perencanaan dan pengawasan operasi perbankan yang terkoordinasi dan secara konsekuen dilaksanakan dengan selalu memperhatikan perkembangan faktor yang berasal dari dalam organisasi bank itu sendiri maupun faktor dari luar. 

B. Operational
Strategi pengelolaan sumber dan penggunaan dana operasional guna mengeliminir risiko (pengaruh eksternal dan internal) dalam upaya mencapai net interest margin yang optimal. 

C. Fungsi ALM
• Manajemen Likuiditas
Bertujuan mempertahankan status rasio likuiditas, memperkecil idle faund guna menaikkan income, serta memenuhi kebutuhan proyeksi cash flow kedepan. 
• Manajemen Gap
Mengelola risiko “maturity & repricing” posisi terhadap skenario tingkat bunga serta memaksimumkan pendapatan bunga.
• Manajemen Valuta Asing
Mengelola posisi valuta asing (currency mismatch), memaksimumkan pendapatan dari perbedaan nilai tukar valuta asing, serta melakukan interest/exchange rate hedging.
• Manajemen Investasi
Pendapatan Mengelola portfolio investasi, menata perolehan NII/NIM, menata deposit mix dalam upaya menekan biaya dana, menghitung risk premium untuk menentukan komponen lending rate, serta melakukan analisis komparatif terhadap peer group.

D. ALCO
Dalam operasionalnya, Asset Liability Management dikelola oleh wadah yang disebut Asset Libility Committee (ALCO). Tugas ALCO adalah membuat kebijakan dan keputusan dalam rangka pengelolaan dan pengendalian assets serta liabilities perusahaan sesuai dengan strategi yang dipergunakan untuk melaksanakan rencana kerja jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan, tanggung jawab ALCO, yaitu:
1. Menetapkan strategi dan kebijakan bagi usaha pengumpulan dana (funding), perkreditan (lending), serta penempatan dan penanaman dana (placement & investment);
2. Menetapkan tingkat suku bunga dasar bagi pinjaman (loans) maupun simpanan (deposit);
3. Meninjau, mengevaluasi, dan memperbaiki segala strategi dan kebijakan dalam lingkup ALM agar sesuai dengan tujuan serta rencana kerja perusahaan serta perkembangan bisnis perusahaan.

Sumber: Materi Kuliah :)
Read More..

"Kelinci Percobaan"

Ketika seorang ilmuwan sedang menguji teori yang ingin dibuktikannya pada suatu objek penelitian yang berupa makhluk hidup, maka objek penelitian tersebut disebut “kelinci percobaan”. Walaupun istilah “kelinci percobaan” merujuk pada hewan kelinci, tetapi anehnya ketika yang dijadikan objek penelitian bukan kelinci tetap saja istilah ini digunakan karena sangat familiarnya istilah ini. Malangnya nasib si "kelinci percobaan" yang dijadikan alat coba-coba sang peneliti. Jika ia bisa bicara, mungkin ia akan berteriak menolak dan tentu tidak ingin diperlakukan seperti itu. 

Aku adalah "kelinci percobaan". Mengapa? Karena aku adalah bagian dari objek penelitian dari seorang peneliti yang ingin menguji hipotesisnya. Padahal aku ingin tentukan hidupku sendiri, karena aku adalah aku. Aku bukan mereka, tapi ia tak pernah menyadari hal tersebut. Ia tetap memaksaku untuk mengikuti inginnya. Sampai pada suatu ketika aku ikuti kehendaknya, namun apa yang terjadi? Ia menuntutku untuk berbuat lebih dari yang aku mampu. Aku menyadari bahwa aku tidak ingin merusak hidupku walaupun mimpi dan imajinasiku telah dibunuhnya. Selain itu, aku pun sangat menghargai waktu. Oleh karena itu, aku tidak ingin hidupku sia-sia. Aku putuskan untuk berusaha mengikuti segala kemauannya walau tidak pernah ada rasa nyaman dalam diriku karena ini bukan duniaku. 

Sampai pada satu titik dimana aku tidak sanggup lagi memenuhi kehendaknya di tengah rasa jenuhku di dunia yang asing bagiku. Selanjutnya, ia sadar bahwa apa yang ia lakukan padaku bukan yang terbaik, maka ia jadikan "kelinci" lain untuk penelitiannya. Ia memberikan perlakuan berbeda kepadanya. Ia tidak lagi  memaksa kehendaknya. Ia justru mendukung apa yang diminati si "kelinci kedua" sehingga kenyamanan pun dirasakannya. 
Pedih itu pun dirasa si "kelinci pecobaan". Ia harus tetap bertahan di tengah dunia yang sama sekali bukan impiannya. Malangnya, "kelinci percobaan". 


Read More..

Pengantar Ekonomi

BAB I 
PENGERTIAN ILMU EKONOMI 


A. Definisi
Kata "Ekonomi" berasal dari bahasa Yunani yang dapat diartikan "seseorang yang melakukan kegiatan mengelola rumah tangga". Oleh karena itu, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang terbatas.

B. Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi
Menurut Case dan Fair (1996) ada beberapa manfaat dari studi ekonomi, antara lain: 
1. Memperbaiki cara berpikir yang membantu dalam pengambilan keputusan 
Dengan pikiran kita mampu menganalisis, menilai benar-salah, baik-buruk dan menentukan pilihan. Metode-metode, teknik berpikir dalam ilmu ekonomi akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. 
2. Membantu memahami masyarakat 
Sejarah ekonomi mengajarkan bahwa melalui pertukaran, manusia berupaya mengatasi kelangkaan, selanjutnya mengembangkan teknologi dan sistem kemasyarakatan. 
3. Membantu memahami masalah-masalah internasional (global) 
Dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita dapat mengerti lebih dalam mengenai permasalahan ekonomi global. Kita dapat mengerti mengapa pada saat negara-negara Asia Timur (Indonesia) mengalami krisis ekonomi tahun 1998, negara-negara maju (Eropa Barat, USA dan Jepang) mau memberi bantuan. 
4. Bermanfaat dalam membangun masyarakat demokrasi 
Ekonom memandang demokratisasi sangat penting dalam rangka memperbaiki proses alokasi sumber daya, karena lebih mencerminkan aspirasi masyarakt kebanyakan. 

B. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Dalam ilmu ekonomi ada dua hal besar yang dibahas, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro membahas proses alokasi sumber daya secara efisien di tingkat individu, perusahaan dan industri (kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sejenis). Efisiensi di tingkat mikro belum tentu baik untuk keseluruhan. Misalnya, agar harga-harga produk industri murah, sebaiknya teknologi yang digunakan padat modal. Tetapi pilihan ini menghilangkan kesempatan kerja sehingga menimbulkan pengangguran. Jika tidak ada yang bekerja, pasaran lokal tidak ada, karena tidak ada daya beli. Ternyata pilihan teknologi padat modal, merugikan industri-pemilik modal. Terlihat bahwa pilihan teknologi padat modal, memungkinkan efisiensi tingkàt industri tetapi tidak secara keseluruhan. Banyak sumber daya manusia yang tidak teralokasi. Masalah-masalah ini dibahas dalam ekonomi makro. 

C. Pengertian Barang dan Jasa
Barang adalah benda-benda yang berwujud atau tak berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang, karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh jasa ialah jasa perbankan, jasa bengkel, jasa dokter, dan pengajaran yang diberikan oleh guru. 

D. Masalah-Masalah Ekonomi 
Masalah ekonomi adalah masalah pilihan alokasi sumberdaya yang langka. Ilmu ekonomi akan senantiasa bermanfaat, selama masalah yang dihadapi adalah alokasi sumberdaya yang langka. Ada beberapa masalah yang dihadapi, antara lain: 
1. Apa yang Harus Diproduksi dan Berapa Banyak 
Produksi berupa barang dan jasa adalah hasil transformasi berbagai faktor produksi. Barang dan jasa memberikan kegunaan/manfaat bagi pemakai/konsumen. Pertanyaan apa yang harus diproduksi bermakna barang apa yang harus disediakan? Berapa banyak agar kesejahteraan masyarakat meningkat? 
2. Bagaimana Memproduksinya 
Setelah memutuskan barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi, pertanyaan berikut adalah, “Bagaimana memproduksinya?” Metode dan teknologi apa yang digunakan dalam proses produksi? Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. 
3. Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi 
Pertanyaan ini berdimensi keadilan dan pemerataan. Sebab apa gunanya produksi melimpah karena menggunakan teknologi tinggi, berskala besar dan efisien, bila hanya dinikmati segelintir anggota masyarakat saja? Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan masyarakat utilitarian tidak terlalu mementingkan keadilan dalam jumlah.


BAB II 
MEKANISME PASAR: PERMINTAAN DAN PENAWARAN 

A. Hakikat Jumlah yang Diminta
Jumlah total dari suatu komoditi yang ingin dibeli oleh semua rumah tangga dinamakan jumlah yang diminta dari komoditi tersebut. Sehubungan dengan konsep ini, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, jumlah yang diinginkan adalah suatu jumlah yang diinginkan pada tingkat harga komoditi tersebut dan pada harga komoditi lain, pendapatan konsumen dan sebagainya yang sudah tertentu. Jumlah ini kemungkinan tidak sama dengan jumlah yang benar-benar dibeli oleh konsumen. Ini dapat terjadi bila jumlah yang tersedia di pasar tidak cukup, sehingga jumlah yang ingin dibeli melebihi jumlah yang benar-benar dibeli. Untuk lebih jelasnya, istilah jumlah yang diminta digunakan untuk menerangkan jumlah yang ingin dibeli, dan jumlah yang benar-benar dibeli untuk menerangkan jumlah yang sebenarnya dibeli.
Kedua, kata “diinginkan” mengandung makna bahwa jumlah tersebut dalam batas jangkauan daya beli rumah tangga. Ketiga, jumlah yang diminta menunjukkan pada arus pembelian yang terus menerus, atau sering disebut konsep flow, artinya, jumlah yang diminta berhubungan dengan suatu dimensi waktu atau jangka waktu tertentu.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang, yaitu:
1. Harga Barang Itu Sendiri
Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah. Begitu juga sebaliknya.
2. Harga Barang Lain yang Terkait
Harga barang lain juga dapat mempengaruhi permintaan akan suatu barang, tetapi kedua macam barang tersebut mempunyai keterkaitan. Keterkaitan dua macam barang dapat bersifat substitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (penggenap).
3. Tingkat Pendapatan Per Kapita
Tingkat pendapatan per kapita dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
4. Selera atau Kebiasaan
Selera atau kebiasaan juga dapat mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang. Beras misalnya. Walaupun harganya sama, permintaan beras per tahun di propinsi Maluku lebih rendah dibanding dengan di Sumatra Utara. Mengapa? Karena orang-orang Maluku lebih menyukai sagu (sejak kecil mereka makan sagu).
5. Jumlah Penduduk Kita ambil contoh beras lagi. Sebagai makanan pokok rakyat Indonesia, maka permintaan akan beras berhubungan positif dengan jumlah penduduk. Makin banyak jumlah penduduk, permintaan akan beras makin banyak.

C. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan adalah permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan fungsi permintaan, maka kita dapat mengetahui hubungan antara variabel tidak bebas (dependent variable) dan variabel-variabel bebas (independent variables).
Bentuk persamaan matematis yang menjelaskan hubungan antara tingkat permintaan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ialah: Dx = f(Px, Py, Y/cap, sel, pen)
di mana: Dx = permintaan akan harang X
              Px = harga X
             Py  = harga Y (barang substitusi atau komplemen)
         Y/cap = pendapatan per kapita
              sel = selera atau kebiasaan
             pen = jumlah penduduk
Dx adalah variabel tidak bebas (dependent variable), karena besar nilainya ditentukan oleh variabel-variabel lain, yaitu yang berada di sisi kanan persamaan. Variabel-variabel ini disebut variabel bebas (independent variable), karena besar nilainya tidak tergantung besarnya nilai variabel lain.
Dalam analisis ekonomi tidak semua variabel diperhitungkan. Biasanya yang diperhitungkan adalah yang pengaruhnya besar dan langsung. Dalam hal ini variabel yang dianggap mempengaruhi permintaan akan suatu barang adalah harga barang itu sendiri, harga barang lain dan pendapatan. 

D. Pengertian Penawaran 
Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu. Faktor-faktor yang menentukan tingkat penawaran adalah harga jual barang yang bersangkutan, serta faktor-faktor lainnya yang dapat disederhanakan sebagai faktor nonharga. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran akan suatu barang, antara lain:
1. Harga Barang Itu Sendiri
Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan.
2. Harga Barang Lain yang Terkait
Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila harga barang substitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan untuk barang komplemen, dapat kita nyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran akan suatu barang berkurang, dan sebaliknya.
3. Harga Faktor Produksi
Kenaikan harga faktor produksi akan mengurangi laba perusahaan. Apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain, dan hal ini akan mengakibatkan berkurangnya penawaran akan barang.
4. Biaya Produksi
Kenaikan harga input menyebabkan kenaikan biaya produksi. Dengan demikian, bila biaya produksi meningkat (apakah dikarenakan kenaikan harga faktor produksi atau penyebab lainnya), maka produsen akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran akan barang itu berkurang.
5. Teknologi Produksi Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran akan suatu barang, kemajuan teknologi menyebabkan kenaikan dalam penawaran akan barang.
6. Jumlah Pedagang/Penjual Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran akan barang tersebut akan bertambah.
7. Tujuan Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba, bukan memaksimumkan hasil produksinya. Akibatnya, tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara maksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum.
8. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi penawaran akan suatu barang. Di Indonesia, beras merupakan makanan utama. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor beras dan meningkatkan produksi dalam negeri guna tercapainya swasembada beras, menyebabkan para petani menanam padi tertentu yang memberikan hasil banyak setiap panennya. Kebijakan ini jelas menambah supply beras dan keperluan impor beras dapat dikurangi.
Fungsi penawaran adalah penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Persamaan matematis yang menjelaskan hubungan antara tingkat penawaran dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah: Sx = f(Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij)
di mana:  Sx = penawaran akan barang X
              Px = hargaX
              Py = harga Y (barang substitusi atau komplementer)
               Pi = harga input / faktor produksi
               C = biaya produksi
             tek = teknologi produksi
            ped = jumlah pedagang/penjual
              tuj = tujuan perusahaan
          kebij = kebijakan pemerintah


BAB III 
KONSEP ELASTISITAS: ELASTISITAS HARGA DAN PENAWARAN  

A. Pengertian Elastisitas
Permintaan Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya (ceteris paribus). Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri disebut elastisitas harga (price elasticity of demand). Sedangkan elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang (cross elasticity), dan bila dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan (income elasticity).

• Elastisitas Harga (Ep)
Mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen. Ep = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta :  Persentase perubahan harga
Angka-angka elastisitas harga:
1. Inelastis (Ep < 1)
Perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil daripada perubahan harga.
2. Elastis (Ep > 1)
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang besar.
3. Elastis unitari (Ep = 1)
Jika harga naik 10%, permintaan turun 10% juga.
4. Inelastis sempurna (Ep = 0)
Berapapun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan.
5. Elastis tak terhingga (Ep = x)
Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya.

• Elastisitas Silang (Ec)
Mengukur persentase perubahan permintaan akan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen.  Ec =Persentase perubahan jumlah barang X yang diminta : Persentase perubahan harga barang X. Nilal Ec mencerminkan hubungan antara barang X dengan Y. Bila Ec > 0, X merupakan substitusi Y. Kenaikan harga Y menyebabkan harga relatif X lebih murah, sehingga permintaan terhadap X meningkat. Nilai Ec < 0 menunjukkan hubungan X dan Y adalah komplementer. X hanya bisa digunakan bersama-sama Y. Penambahan atau pengurangan terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurangan terhadap Y. Kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap Y menurun, yang menyebabkan permintaan terhadap X ikut menurun.

• Elastisitas Pendapatan (Ei)
Mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila pendapatan berubah sebesar satu persen.  Ei = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta : Persentase perubahan pendapatan. Umumnya nilai Ei positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Makin besar nilai Ei, elastisitas pendapatannya makin besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Bila nilai Ei antara 0 sampai 1, barang tersebut merupakan kebutuhan pokok (essential goods). Barang dengan nilai Ei > 1 merupakan barang mewah (luxurius goods). Ada barang dengan Ei <0, permintaan terhadap barang tersebut justru menurun pada saat pendapatan nyata meningkat. Barang ini disebut barang inferior (inferior good).

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas
Harga Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat elastisitas harga:
1. Tingkat substitusi.
Makin sulit mencari substitusi suatu barang, permintaan makin inelastis.
2. Jumlah pemakai.
Makin banyak jumlah pemakai, permintaan akan suatu barang makin inelastis.
3. Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen.
Bila proporsi tersebut besar, maka permintaan cenderung lebih e1astis.
4. Jangka waktu.
Jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh terhadap elastisitas harga. Namun hal ini tergantung pada apakah barangnya durabel atau nondurabel.

C. Definisi Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran dapat didefinisikan dengan analogi logika yang sama dengan elastisitas permintaan. Elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang ditawarkan berubah, bila harga barang berubah satu persen. Elastisitas penawaran, juga dapat dikaitkan dengan faktor-faktor atau variabel-variabel lain yang dianggap mempengaruhinya, seperti tingkat bunga, tingkat upah, harga bahan baku dan harga bahan antara lainnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran antara lain:
1. Jenis produk.
Kurva penawaran produk pertanian umumnya inelastis, sebab produsen tidak mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan harga. Jika harga beras naik 10%, petani harus menanam dahulu dan baru tiga sampai empat bulan kemudian dapat memanen hasil. Sementara kurva penawaran produk industri umumnya elastis, sebab mampu berespons cepat terhadap perubahan harga. Bila harga tekstil meningkat, pabrik tekstil akan memperpanjang jam kerja mesin, menambah pekerja harian atau memberikan kesempatan lembur.
2. Sifat perubahan biaya produksi.
Selain tergantung pada jenis produknya, elastisitas penawaran dipengaruhi juga oleh sifat perubahan biaya produksi. Penawaran akan bersifat inelastis bila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Bila penawaran dapat ditambah dengan pengeluaran biaya tambahan yang tidak terlalu besar, penawaran akan bersifat elastis. Apakah biaya produksi akan meningkat dengan cepat atau lambat apabila produksi ditambah, tergantung pada beberapa faktor, antara lain:
a) Tingkat penggunaan kapasitas perusahaan. Apabila kapasitasnya telah mencapai tingkat yang tinggi, investasi baru harus dilakukan untuk menambah produksi. Dalam keadaan mi kurva penawaran akan menjadi inelastis.
b) Kemudahan memperoleh faktor-.faktor produksi. Penawaran akan menjadi inelastis apabila faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk menaikkan produksi sulit diperoleh.
3. Jangka waktu.
Jangka waktu juga dapat mempengaruhi besarnya elastisitas penawaran.

DAFTAR PUSTAKA 

Billas, Richard A., Microeconomic Theory, 2nd ed. Singapore: McGraw-Hill, 1985. 
Case, Karl E. and Ray C. Fair, Principles of Economics, 4th ed. New Jersey: Prentice-Hall, 1996. 
Chiang, Alpha C., Fundamental Methods of Mathematical Economics, 3rd ed, Manila: McGraw-Hill, 1984 
Ferguson, C.E. and J.P. Gould, Microeconomic Theory, 4th ed. Kuala Lumpur: Irwin, 1975. 
Kadariah, Teori Ekonomi Mikro, edisi revisi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1994. 
Lipsey, Richard C., et al, Economics, 9th ed. Singapore: Harper Collins, 1990. 
Nicholson, Walter, Intermediate Microeconotnics and Its Application, 3rd ed. New York: The Dryden Press, 1983. 
Pindyck, Robert S. and Daniel L. Rubinfeld, Microeconomics, 4th ed. New Jersey: Prentice-Hall, 1998. Resurreccion, Celedonio O., Basic Economic Concepts in Philippine Context, Quezon City: Phoenix Publishing House, 1975. 
Schiller, Bradley R., Essentials of Economics, 2nd ed. New York: McGraw-Hill, 1996. 
Sicat, Gerardo P., Economics. Manila: National Book Store, 1983. 
Sukirno, Sadono, Mikroekonomi, edisi ketiga, Kuala Lumpur: Aneka Publishing, 1993. 
Tjokroprajitno, Soeheroe, Matematika Ekonomi, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1994. 
Villegas, Bernardo M., Economics for the Consumer, 4th ed. Metro Manila: Sinag-Tala Publisher, 1983.

Read More..

Analisis Fundamental

Analisa yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan investasi terbagi menjadi dua, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Masing-masing memilki manfaat tertentu bagi investor. Analisis fundamental digunakan untuk menjawab pertanyaan “Mengapa saham bergerak?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan alat bantu berupa laporan keuangan perusahaan atau Financial Statement, sehingga investor dapat menemukan alasan-alasan yang menjadi dasar kepeutusan investasinya. Sementara itu, analisis teknikal berfungsi untuk menjawab pertanyaan “ Kapan dan kemana saham akan bergerak?” Oleh karena itu, investor membutuhkan chart sebagai alat bantu, sehingga investor dapat mengetahui entry point atau titik masuk yang tepat. Kedua analisis ini sebaiknya dilakukan secara komprehensif dan sistematis untuk membantu investor dalam pengambilan keputusan yang menguntungkan dalam berinvestasi. 


Laporan Keuangan 
Laporan keuangan terdiri atas tiga bagian yang penting, yaitu: 
1. Balance Sheet 
Balance sheet atau neraca menampilkan asset, liabilities, dan shareholder’s equity. Total asset selalu sama dengan total liabilities ditambah shareholder’s equity. Dengan kata lain mereka menyeimbangkan masing-masing, sehingga kita sebut sebagai sebuah Balance Sheet. 
2. Income Statement 
Income Statement atau laporan laba rugi memberitahukan apakah perusahaan untung atau rugi. Selain itu, laporan tersebut juga digunakan untuk menentukan ROE (Return On Equity). OPM (Operating Profit Margin), Net Profit, dan konsistensi mapupun arah dari laba bersih. 
3. Cashflow Statement 
Cash Flow Statement atau laporan arus kas menunjukkan apakah sebuah perusahaan mendapatkan lebih banyak uang daripada membelanjakannya (positif cash flow) atau justru membelanjakan lebih banyak uang darpada pemasukannya (negatif cash flow). 


Strategi Investasi 
 Buatlah suatu portofolio dengan lima atau sepuluh saham dari berbagai sektor. 
 Hanya ambil keputusan berdasarkan fakta yang dingin dan jangan sekalipun membiarkan emosi anda terlibat! 
 Pusatkan perhatian pada perusahaan dengan : 
1. Pertumbuhan penjualan dan laba bersih 
Pastikan bahwa perusahaan memperlihatkan pertumbuhan penjualan maupun laba bersih yang teratur dan stabil selama lima tahun terakhir. Harga saham pada akhirnya mengikuti perkembangan EPS, jadi tanamkan dana anda pada perusahaan yang menjanjikan. Jangan lupa juga untuk memeriksa laba usaha, karena angka tersebut pada umumnya memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pertumbuhan suatu perusahaan. Pertumbuhan laba bersih harus didorong oleh pertumbuhan penjualan. Pemangkasan biaya atau kebijakan non sales lainnya tidak dapat menopang pertumbuhan EPS dalam jangka panjang. Tingkat pertumbuhan EPS secara rata-rata seharusnya lebih besar dari 15%, atau pertumbuhan penjualan minimal 70% dari kenaikan EPS growth. 
2. Cash Flow yang positif 
Cash flow from operating act dikurangi Capital Expenditure (CAPEX) adalah free cash flow. Investor yang cerdas sangat menyukai perusahaan dengan banyak free cash flow. Hal ini dikarenakan free cash flow menandai kemampuan perusahaan untuk mengakuisisi perusahaan lain, membagi deviden, melunasi hutang, dan membeli kembali sahamnya sendiri untuk mendukung pertumbuhannya. Free cash flow yang lebih besar dari nol adalah bagus, karena mengindikasikan bahwa perusahaan menghasilkan lebih banyak cash daripada membelanjakannya. Jadi makin besar free cash flow, makin baik! 
3. Sedikit Hutang 
Debt to Equity Ratio (DER) umumnya dipakai untuk melihat apakah sebuah perusahaan menggunakan hutang untuk membiayai operasionalnya atau equity (yang termasuk retained earnings atau laba ditahan). Persamaan DER adalah total debt dibagi total equity. Apabila sebuah perusahaan mempunyai banyak hutang dan beban bunga yang tinggi, pembayaran tersebut bisa mengurangi sedikit demi sedikit keuntungannya ketika iklim bisnis memburuk. Jumlah hutang yang tinggi dapat menyebabkan masalah keuanga, jadi makin kecil DER makin baik. (DER < 80%) 
4. ROE yang tinggi 
Return On Equity merupakan salah satu ukuran terbaik dari tingkat keuntungan sebuah perusahaan. Rasio tersebut memperlihatkan secara jelas berapa keuntungan yang diperoleh atas dana yang ditanamkan investor. Secara ideal, ROE minimal 2x bagi hasil deposito atau > 15%. Formulanya adalah Net profit dibagi equity. 5. Ekspansi dalam OPM 
Operating Profit Margin adalah perbedaan antara berapa uang yang diperoleh dan berapa uang yang dikeluarkan untuk menjalankan sebuh perusahaan. Suatu tanda yang baik jika suatu perusahaan berhasil menaikkan marginnya. Berarti, secara rata-rata untung yang didapatkan lebih tinggi per produk atau jasa yang dijualnya. Suatu perbaikan dalam margin menunjukkan penurunan biaya atau kenaikan harga produk atau jasa perusahaan. Tentunya ini akan berdampak positf terhadap bottom line perusahaan. (OPM >15%)  Belilah perusahaan dengan Price Earning Ratio (PER) yang rendah dan Dividen yield yang tinggi. (PER < 15x dan DY > 3%) 


Sumber : Disampaikan oleh Nico Omer Jonckheere, SE, MM dalam Training ICMSS Maret 2013 di Samuel Sekuritas.

Read More..

Arium Sharia Core Banking

BAB I PENDAHULUAN 


1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, pengembangan sistem perbankan di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional. Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan. Menurut Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin yang diwawancarai langsung oleh pihak vivanews, bank konvensional tumbuh 18 persen, sedangkan syariah tumbuh 30 hingga 36 persen.Pertumbuhannya agresif jika dibandingkan dengan konvensional. Ini mencerminkan pasarnya masih besar. 
Milyaran rupiah per tahun dibelanjakan oleh perusahaan-perusahaan dalam kelompok finance dan banking untuk keperluan informasi dan komunikasi. Perusahaan dalam kelompok ini antara lain adalah perbankan, asuransi, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya seperti BPR, leasing company, dll. Industri perbankan, asuransi dan jasa-jasa keuangan lain adalah industri yang tidak dapat dipisahkan dari dunia informasi dan komunikasi. Efisiensi, efektifitias, kecepatan, dan keakuratan proses bisnis merupakan kunci pokok daya saing dalam industri finance and banking. Kunci pokok tersebut hanya dapat dicapai melalui pemanfaatan secara tepat teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung seluruh bisnis proses yang berlaku di perusahaan. 
Tak sedikit orang awam yang beranggapan bisnis perbankan syariah pada dasarnya tak banyak beda dari bisnis perbankan biasa. Ringkasnya, itu cuma bisnis perbankan umum plus aturan main berbasis syariah, misalnya dalam hal akad (perjanjian) transaksi. Karena itu, sistem pendukungnya terutama sistem teknologi informasi (TI) juga mereka perkirakan tak banyak berbeda dibandingkan dengan sistem di perbankan umum. Namun, pelaku di bisnis perbankan syariah tak setuju dengan anggapan demikian. Salah satunya Roosita Abdullah, Kepala Divisi TI Bank Syariah Mandiri (BSM). “Sistem perbankan syariah mesti spesifik,” ujarnya. Alasannya, jenis produk dan layanannya berbeda dari perbankan konvensional. Selain itu, sistem ini akan terkait dengan model bisnis dan model transaksinya yang berbasis syariah. Mulai dari tata cara transaksi, akad, perhitungan bisnis, hingga pembukuannya. Karena itu, menurut Rosi, membangun sistem TI syariah tidak cukup dengan melakukan tambal sulam ataupun modifikasi dari sistem TI bank konvensional. “Jadi, sistem TI syariah seharusnya merupakan hasil dari proses re-engineering TI yang dimulai dari inti bisnisnya,” ia berujar. Untuk memenuhi kebutuhan pasar ini maka kini para profesional TI berlomba-lomba untuk mengembangkan software yang mampu memberikan value dan benefit yang signifikan bagi customernya. 

1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah yang berjudul Arium Sharia Core Banking berisi beberapa rumusan masalah yang akan dijelaskan dalam pembahasan bab berikutnya, rumusan masalah tersebut adalah: 
1. Siapa yang mengembangkan software Arium Sharia Core Banking? 
2. Seperti apa layanan dari software Arium Sharia Core Banking?

1.3 Tujuan
Dari pemaparan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan perusahaan yang mengembangkan software Arium Sharia Core Banking dan bentuk layanan dari software Arium Sharia Core Banking.   


BAB II PEMBAHASAN 


2.1 Profil Perusahaan
PT Sigma Cipta Caraka (SIGMA) merupakan perusahaan penyedia layanan pendukung bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan yang sudah berkiprah lebih dari 20 tahun di Indonesia. SIGMA menawarkan layanan berbasis IT yang bervariasi, mulai dari layanan konsultan, produk software, aplikasi, layanan pengembangan software serta operasi pusat data di perbankan (baik yang berbasis konvensional maupun sharia), sector keuangan, telekomunikasi, manufaktur serta distribusi. SIGMA memiliki komitmen untuk memberikan manfaat teknologi pada sektor bisnis dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan solusi IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan organisasi perusahaan mereka. SIGMA telah menjadi perusahaan pemrakarsa dalam pengembangan IT serta penyedia layanan operasional dan maintance bagi berbagai macam jenis industri baik didalam maupun luar negeri.Telkomsigma sebagai market leader IT services di sektor Finance and Banking, menguasai 33% pangsa pasar dan akan tumbuh seiring dengan adanya regulasi Bank Indonesia yang mewajibkan bank yang beroperasi di Indonesia untuk memiliki Data Center dan Disaster Recovery Center di Indonesia. Peluang bisnis ini di respon Telkomsigma dengan menambah investasi pembangunan data center. Performansi bisnis meningkat ditunjukkan dengan porsi pendapatan recurring sebesar 45% terhadap total pendapatan. 
Portofolio yang dikelola yaitu Software Development, IT Managed Services dan System Integration. Portofolio ini fokus pada solusi-solusi di industri IT terutama di sektor telekomunikasi dan finance (banking, multifinance). Produk unggulannya adalah Data Center dan Disaster Recovery Center (DRC) yang banyak digunakan oleh perbankan dan lembaga keuangan. Keunggulan lainnya adalah Solusi Satu untuk bank dan BPR melalui penyediaan layanan Cloud Computing (Software as a Service (SaaS) & Software as a Platform (SaaP). Pada tahun 2010, Telkomsigma melakukan transformasi bisnis terutama produk dan layanan baru yang kompetitif yaitu Arium Shariah, Arium Core Finance, dan Cloud Computing.

2.1.1 Produk dan Layanan 
Portofolio Software Development terutama menawarkan layanan aplikasi perbankan yaitu Arium dengan produknya antara lain Arium Core Finance, Arium Consumer Asset Management (CAMS), Arium Loan Origination, Arium Shariah, dan Arium Core Conventional. Di samping itu, Telkomsigma sebagai Oracle Service Partner menawarkan jasa konsultasi implementasi sistem Oracle. Portofolio IT Managed Services dengan layanan IT Operation & Management (ITOM) dan DRC, antara lain e-Transaction, HIMBARA, Network Managed Services dan Satu. Portofolio System Integration difokuskan untuk pasar institusi-institusi pemerintahan dengan menawarkan layanan Managed Services. Pada tahun 2010, pelanggan Telkomsigma untuk layanan Managed Services bertumbuh sebesar 21%, atau menjadi 298 pelanggan dari 246 pelanggan di tahun sebelumnya. 

2.1.2 Alat Produksi
Telkomsigma memiliki dua data center yaitu di German Center, Serpong dan Surabaya yang utilisasinya bertumbuh 65% dari tahun lalu. Switching e-Transaction digunakan untuk melayani Himbara. Platform Satu melayani 300 outlets dari 52 BPR pelanggan SIGMA. Balicamp yang digunakan untuk Software Development dengan 308 orang software developer. 

2.2 Arium Sharia
Industri keuangan harus fleksibel dalam menghadapi tuntutan lingkungan bisnis. Pengalaman kami sebagai mitra setia industri yaitu ketika bisnis berkembang maka akan semakin terbuka berbagai tantangan, salah satunya adalah peraturan Bank Indonesia yang kaku.Kini Bank harus memenuhi praktek perbankan secara umum dan ditambah dengan aturan syariah islam karena permintaan nasabah terhadap produk-produk syariah meningkat. Namun, hal ini membuat bank perlu menyesuaikan sistem dan prosedur administrasi dengan peraturan yang diterapkan. 
Telkomsigma menyediakan Arium Sharia Core Banking, yang merupakan generasi baru dari Aplikasi Perbankan Islam dibangun di atas platform terbuka dan teknologi yang terbuka. Solusi perbankan modern berfungsi sebagai bagian dari Ekosistem Arium yang menggunakan Service Oriented Architecture (SOA), yang memungkinkan integrasi yang mudah dengan sistem yang ada. Ini akan mengatasi berbagai masalah di sektor keuangan dengan nyaman, cara yang akurat dan cepat sambil membantu untuk memastikan kepatuhan Syariah customer. Beberapa modul dalam Arium Sharia Core Banking telah diaktifkan SOA, yang dapat diakses oleh sistem lain dari platform sama atau berbeda. Solusinya adalah didukung dengan teknologi J2EE yang membantu mengatur koneksi ke database dan sesi penyatuan. Paket modul termasuk transaksi keuangan dan modul penyelidikan. 
Aplikasi Arium Sharia Core Banking menawarkan banyak manfaat termasuk pengembangan dan pemeliharaan aplikasi lebih mudah karena menggunakan teknologi yang terbuka menggunakan pendekatan multitier. Ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu pendekatan, pengawasan, model, dan database. 

2.2.1 Layanan Umum
• Dukungan 24 / 7 operasional perbankan
• Mendukung untuk berbagai mata uang
• Multi bahasa, Multi Delivery Channel
• Memungkinkan proses persetujuan, menimpa, dan limit
• Nilai transaksi dapat diatur
• Tersedianya Audit Trail Report and Information logging
• Fleksibilitas dan cepat menciptakan produk baru  

2.3 Arium Loan Origination
Aliran proses pinjaman dalam sebuah lembaga keuangan dapat memakan waktu sangat panjang. Beberapa perusahaan menginstal aplikasi yang sampai batas tertentu tidak dapat dikategorikan sebagai investasi ekonomi, karena kebutuhan infrastruktur yang baik, staf yang terlatih, dan pemeliharaan berkelanjutan. Bagi perusahaan, upaya ini merupakan biaya untuk membayar pemenuhan kepuasan pelanggan. 
Arium Loan Origination adalah berbasis web alur kerja sistem aplikasi yang cocok untuk menjamin kelancaran Originasi Pinjaman. Otomatisasi proses didukung oleh platform teknologi Java J2EE dan multitier arsitektur yang akan mengakomodasi pengolahan kredit pelanggan atau permohonan kartu kredit dengan cara jauh lebih efisien. Paket Arium Loan Origination terdiri dari aliran proses bisnis, aturan bisnis, antar pengguna, dan sistem database untuk setiap tugas originasi pinjaman. 
Teknologi yang digunakan dalam aplikasi Arium Loan Origination menjamin penghematan biaya dan fleksibilitas seluruh platform workstation dan server. Ini juga menjamin pengiriman cepat dengan dilengkapi Aplikasi Efisiensi Bandwidth. Dengan internet sebagai media, pelanggan juga dapat mengakses status aplikasi dan bahkan memberikan umpan balik. 

2.4 Arium CAMS 
Fakta bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi dan pengembangan yang luas telah mendorong pertumbuhan pasar keuangan grosir. Pinjaman konsumen meningkat, khususnya kredit sepeda motor, mobil dan barang putih, meninggalkan ruang yang cukup bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas penyaluran kredit mereka. Bisnis pembiayaan konsumen sangat diatur oleh Bank Indonesia, sehingga bank atau perusahaan-perusahaan pembiayaan membutuhkan inovasi sistem administrasi mereka sesuai dengan peraturan bank sentral. Tantangan ini ditransfer ke kenaikan dana investasi. 
Untuk mengatasi masalah di sektor keuangan grosir, Telkomsigma dalam dua tahun terakhir telah mengembangkan solusi teknologi yang disebutnya Consumer Asset Management System (CAMS). Solusi untuk memfasilitasi bank-bank agar dapat membeli dan mengelola portofolio pinjaman dari perusahaan pembiayaan konsumen dalam cara yang efisien dan inovatif, sementara pada saat yang sama berusaha untuk memenuhi persyaratan peraturan Bank Indonesia. Sistem CAMS membantu bank untuk mengelola dan memantau berbagai portofolio kredit seperti kredit mobil, pinjaman hipotek dan pinjaman konsumen lainnya, dengan beberapa skema bisnis termasuk pembiayaan bersama (joint financing), penyaluran pembiayaan, dan pembelian aset. 

CAMS Cloud 
Sistem CAMS juga tersedia dalam teknologi cloud. Sistem dasar bersama CAMS Cloud memungkinkan bank untuk mengurangi total biaya kepemilikan dan upaya besar menjaga kepatuhan terhadap peraturan sebagai aplikasi pembiayaan aman yang dipelihara di Pusat data Telkomsigma, yang telah berstandar internasional dan mudah diakses melalui Internet. CAMS Cloud Telkomsigma yang didukung oleh infrastruktur mapan dan teknologi canggih, jaminan keamanan dalam proses transaksi, termasuk menyediakan kontrol yang diperlukan dalam proses pencairan pinjaman. 
CAMS Cloud memungkinkan bank untuk membangun multi-buku keuangan mereka dengan cara sederhana tanpa risiko investasi yang tinggi. Dengan kebutuhan dinamis dalam bisnis yang berkembang, CAMS Cloud Telkomsigma adalah jawaban untuk masalah biaya, karena model pembayaran CAMS Cloud dibebankan per account. 
CAMS menawarkan beberapa fitur utama dan fungsi yang dapat mengakomodasi bank untuk proses seleksi account dan validasi kredit, termasuk memverifikasi pemenuhan integritas data, penyesuaian kriteria, menduplikasi pemeriksaan customer , serta memeriksa daftar hitam. Sistem ini membantu bank dalam mempersiapkan laporan akuntansi dan rekonsiliasi rekening dengan lembaga keuangan karena memiliki akses penuh ke semua rekening bank termasuk jumlah, jangka waktu, dan suku bunga pinjaman, jadwal pembayaran, jenis dan aset besar dalam konteks pembiayaan, status dari aplikasi pinjaman, dan informasi lainnya. 
Dalam kasus kredit macet ketika mengelola transaksi kredit, sistem dapat memberikan peringatan, setiap kali account ditemukan tunggakan. Dengan demikian, peringatan ini mencegah rekening bank dari potensi gagal bayar (default). Sistem akan menghitung jumlah yang tepat untuk diletakkan pada cadangan piutang rekening yang bermasalah berdasarkan pengumpulan pinjaman individu.   


BAB III PENUTUP 


3.1 Kesimpulan
Milyaran rupiah per tahun dibelanjakan oleh perusahaan-perusahaan dalam kelompok finance dan banking untuk keperluan informasi dan komunikasi. Perusahaan dalam kelompok ini antara lain adalah perbankan, asuransi, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya seperti BPR, leasing company, dll. Industri perbankan, asuransi dan jasa-jasa keuangan lain adalah industri yang tidak dapat dipisahkan dari dunia informasi dan komunikasi. Efisiensi, efektifitias, kecepatan, dan keakuratan proses bisnis merupakan kunci pokok daya saing dalam industri finance and banking. Kunci pokok tersebut hanya dapat dicapai melalui pemanfaatan secara tepat teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung seluruh bisnis proses yang berlaku di perusahaan. 
Arium, sebuah solusi khusus keuangan yang diciptakan oleh PT Sigma Cipta Caraka, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Arium mencakup komponen teknologi informasi (piranti lunak dan perangkat keras) hingga infrastruktur, jaringan komunikasi, dan pengelolaan operasional. Ia terdiri dari beberapa aplikasi seperti Arium Core Banking, Arium Sharia, Arium Consumer Asset Management, dan Arium Loan Origination untuk sektor perbankan. Tujuan solusi ini adalah untuk memudahkan pengembangan modul bisnis dan interkoneksi dengan modul atau sistem lain. Semua solusi dalam modul Arium diproyeksikan akan dimutakhirkan tiga kali dalam setiap tahunnya. 

DAFTAR PUSTAKA
http://www.telkom.co.id/info-perusahaan/index.html#metra
http://www.telkomsigma.co.id/
http://ib.eramuslim.com/2010/06/04/membangun-sistem-ti-andal-untuk-bank-syariah/
www.bi.go.id

Read More..

Hukum Konsumsi Daging Impor

BAB I PENDAHULUAN 


1.1 Latar Belakang
Islam adalah agama yang komprehensif karena tidak hanya berkaitan dengan masalah ibadah tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan sosial (muamalah). Muamalah diturunkan sebagai aturan main manusia dalam kehidupannya sehingga setiap perbuatan manusia baik dalam hal kepentingan pribadi maupun sosial harus sesuai dengan syariah islam. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah beserta para sahabatnya. Dalam muamalah ini pun tidak ada perbedaan antara muslim dan non muslim. Hal ini tersirat dari ungkapan yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali “Dalam bidang muamalah, kewajiban mereka adalah kewajiban kita dan hak mereka adalah hak kita.” 
Konsumsi adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Bagi seorang muslim tujuan mengkonsumsi sesuatu baik makanan, minuman, atau pun hal-hal yang harus dipenuhinya dalam hidup adalah mewujudkan maslahah baik bersifat duniawi maupun ukhrawi. Maslahah duniawi adalah hal-hal yang berkorelasi dengan terpenuhinya kebutuhan dasar manusia seperti makanan, minuman, pakaian, perumahan, kesehatan, dan pendidikan (akal). Kemaslahatan akhirat ialah terlaksanaya kewajiban agama seperti shalat dan haji. Artinya, manusia makan dan minum agar bisa beribadah kepada Allah. Sebagai contoh, Manusia berpakaian untuk menutup aurat agar bisa shalat. 
Ketika manusia ingin mendapatkan sesuatu maka ia akan ingin mendapatkan yang lain. Inilah materialisme dimana Islam melarangnya. Apabila seorang muslim mengkonsumsi suatu produk haruslah halal dan thoyib sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surat Al-Baqarah : 168 

“Hai manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikiuti langkah-langkah syetan, karena sesunguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.” 

Bahkan, Allah melarang seorang muslim mengkonsumsi barang yang buruk sebagaimana firman Allah Qur’an surat Al-A’raf : 157 

“Dia menghalalkan bagi mereka segala sesuatu yang baik dan mengharamkan segala yang keji (kotor)” 

Dalam ayat lain Allah berfirman

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun dan maha penyayang”. (Qs Al-Baqarah : 173) 

Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa islam melarang kaum muslimin untuk menkonsumsi makanan yang haram dan buruk. Mengkonsumsi makanan yang haram akan berdampak buruk pada keimanan, akhlak dan kesehatan manusia. 
Untuk itu kita perlu memperhatikan apa yang kita konsumsi. Apakah barang yang kita konsumsi memang diperbolehkan syariah atau malah diharamkan. Maka makalah ini akan membahas tentang hukum konsumsi daging impor. 

1.2 Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini penulis akan menmbahas beberapa masalah yaitu :
1. Bagaimana hukum mengkonsumsi daging impor dari negara non muslim?
2. Bagaimana hukum mengkonsumsi daging yang tidak diketahui cara penyembelihannya?
3. Bagaimana hukum mengkonsumsi daging yang penyembelih tidak menyebut nama Allah atau pun selain Allah (diam)?

1.3 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas ushul fiqh dan untuk mengetahui serta memahami lebih mendalam tentang hukum konsumsi daging impor. 


BAB II PEMBAHASAN 


2.1 Hukum Mengkonsumsi Daging Impor dari Negara non Muslim
Perdagangan antar Negara menjadi hal yang sangat penting bagi perekonomian Negara saat ini. Dengan dibukanya pasar bebas serta berbagai kemudahan seperti pajak bea cukai yang dihapus, kemudahan transportasi dan komunikasi antar Negara mendorong keberlangsungan kegiatan ekspor-impor ini. Namun, hal ini menimbulkan masalah bagi Negara kita yang mayoritas muslim karena perlu adanya tinjauan khusus terkait tinjauan halal-haram barang tersebut. Salah satu komoditas impor Negara kita adalah daging. 
Daging impor ada dua kemungkinan yaitu hewan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi. Hewan yang boleh dikonsumsi terbagi menjadi dua kemungkinan yaitu: 
1. Sembelihan Ahli Kitab
Jika daging yang disebutkan itu diimpor dari negeri ahli kitab ( negeri yang masyarakatnya beragama Yahudi dan Nashrani), maka halal untuk dimakan selama tidak diketahui akan hal yang menunjukkan haramnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, 

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al Maidah: 5). 

2. Bukan sembelihan ahli kitab, maka hukumnya haram dengan alasan dalam QS Al-An’am :121 Allah berfirman 

“Janganlah kamu makan (daging yang disembelih) tanpa menyebut nama Allah” 

Tentu saja non muslim tidak akan membaca bismillah waktu menyembelihnya. Namun terkecuali bagi ahli kitab. 
Setiap daging sembelihan yang diimport dari luar negeri sementara kita mengetahui dengan pasti bahwa ia tidaklah disembelih dengan cara-cara yang sesuai syariah maka ia tidak boleh dimakan sama sekali. Namun jika kita mengetahui bahwa daging tersebut disembelih dengan cara-cara yang sesuai syariah maka ia boleh dimakan. Apabila kita tidak mengetahui cara penyembelihannya sementara pada daging itu terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia disembelih dengan cara sesuai dengan syariah maka ia boleh dimakan. Misalnya dalam kemasan terdapat label halal. (Syeikh Athiyah Saqar).

2.2 Syarat Daging Hewan yang Disembelih Oleh Orang Kafir Boleh Dikonsumsi
Menurut markaz Fatwa
1. Hendaklah yang melakukan penyembelihan termasuk kedalam golongan ahli kitab Yahudi dan Nasrani, sebagaimana firman Allah SWT, 

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al Maidah ; 5)

2. Orang yang melakukan penyembelihan tidaklah melakukan penyembelihan dengan menyebut nama selain Allah 

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maidah : 3) 

3. Hendaklah penyembelihannya sesuai dengan syariat islam, demikian terhadap sapi, kambing, burung : penyembelihan dengan memutuskan tenggorokan dan saluran makanan (Fatawa Asy Syabakah al Islamiyah, 121/18) 

2.3 Hukum Mengkonsumsi Daging Yang Tidak Diketahui Cara Penyembelihannya
Apabila tidak diketahui apakah daging yang disembelih ahli kitab itu sesuai cara-cara islam atau tidak, maka di dalam fiqih Abu Hanifah disebutkan bahwa sembelihan mereka boleh dimakan meski tidak disaksikan penyembelihannya tidak didengar sedikit pun, atau didengar dan disaksikan penyebutan nama Allah saja di dalamnya, seperti yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib tentang orang ahli kitab yang menyembelih dengan mengucapkan lafadz Allah (saat menyembelihnya), Ali menjawab,”Sesungguhnya Allah telah menghalalkan sembelihan-sembelihan mereka dan Dia Maha Mengetahui apa yang mereka ucapkan (saat menyembelih) 
Riwayat Bukhori dari Aisyah disebutkan bahwa suatu kaum berkata kepada Nabi Muhammad saw ; Sesungguhnya suatu kaum mendatangi kami dengan membawa daging sementara kami tidak mengetahuinya apakah mereka menyembelih dengan menyebut nama Allah atau tidak? Lalu Rasulullah saw bersabda,”Sebutlah nama Allah (bismillah) atasnya lalu makanlah.” 
Hadits tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak akan ditanya tentang perbuatan orang lain namun ia akan ditanya tentang perbuatannya sendiri. Seseorang tidak ditanya tentang perbuatan para penyembelih hewan-hewan tersebut dalam menyembelih. Dan jika seorang muslim dihadapkan oleh daging sembelihan yang tidak dia ketahui penyembelihannya maka dirinya hanya diperintahkan untuk menyebut nama Allah sebelum memakannya. Hal ini sejalan juga dengan kaidah di dalam fiqih yang menyebutkan, ”Apa-apa yang tidak kita ketahui maka kita tidak akan ditanya tentangnya.” 
Akan tetapi ada yang mengaharamkan untuk konsumsi daging impor yang tidak diketahui cara penyembelihannya yaitu Syaikh Shalih Al-Fauzan. Beliau merajihkan haramnya dengan alasan: 
1. Allah mengharamkan daging hewan yang amati tanpa disembelih sesuai smbelihan syar’i sebagaimana dalam firman Allah: 

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, dagng babi (daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. (QS Al- Maidah : 3) 

Sehingga yang belum pasti disembelih dengan sembelihan syar’I adalah haram. 
2. Kaidah yang dikenal dalam agama Islam, “apabila berkumpul dalil yang melarang dengan dalil yang membolehkan, maka didahulukan yang melarangnya”. Daging ini berada di antara anggapan disembelih dengan sembelihan yang diperbolehkan dengan yang tidak diperbolehkan, sehingga didahulukan sisi pengharamannya. 
3. Sebagian besar dari daging impor yang memenuhi pasar dunia sangat sulit dipastikan disembelih sesuai sembelihan syar’i dengan syarat-syaratnya. 
4. Penyimpangan dan jauhnya manusia dari agamanya dan hukum-hukum agama telah merata saat ini. Selain itu tidak ada amanah dan kejuuran pada para eksportir, walaupun mereka mengklaim dalam tulisannya “disembelih sesuai syariat”. Padahal masih banyak ditemukan ayam yang diekspor ke negeri Arab yang masih utuh kepalanya tanpa sembelihan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa klaim tersebut dusta. Melihat bukti tersebut kita memang harus berhati-hati dan melihat kembali lembaga yang memiliki otoritas dan kredibilitas baik dalam memberikan label halal. 
Hal ini pun dijelaskan oleh Dr.Muhammad Bakar Ismail dalam kitab Fiqh al Waadhih, dahulu cukup bagi kita klaim Negara pengekspor bahwa mereka telah menyembelih sesuai syariat islam. Namun terbukti bahwa Negara-negara tersebut tidak melakukan penyembelihan secara syar’i dan pengakuan negara tersebut dalam label “disembelih secara syariat islam” tidak lain hanyalah penipuan untuk mendapatkan harta saja. 

2.4 Cara Penyembelihan yang Sesuai Syariah 
Penyembelihan hewan tidak bisa sembarangan karena hal ini akan mempengaruhi hukum daging sembelihan tersebut. Daging hewan yang awalnya halal bisa menjadi haram apabila cara penyembelihannya tidak sesuai syariah.Berikut ini cara penyembelihan hewan yang sesuai syariah: 
1. Cara penyembelihan jika jumlah hewan sangat banyak dalam satu waktu maka cukup dengan menyebutkan nama Allah sekali saja untuk semua hewan tersebut. Akan tetapi jika penyembelihan tersebut tidak dilakukan dalam satu waktu artinya seseorang menyembelih seekor hewan kemudian menyembelih lagi seekor hewan lainnya dan begitu seterusnya maka diharuskan baginya untuk menyebut nama Allah setiap kali menyembelih. 
2. Apabila seorang menyembelih dengan tangannya maka diharuskan baginya menyebut nama Allah setiap kali ingin menyembelih hewan sembelihannya. 
3. Jika penyembelihan dilakukan dengan mesin potong otomatis, yang menyembelih sekaligus dalam jumlah sangat besar maka pengucapan lafadz Allah cukup sekali saja setiap kali mesin itu ingin dijalankan. 

2.5 Hukum Konsumsi Daging yang Penyembelih tidak Menyebutkan Nama Allah atau pun Nama Selain Allah 
Dalam Qur’an surat Al- Maidah : 5 Allah berfirman 

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka” 

Berdasarkan ayat tersebut dapat dimaknai bahwa sembelihan ahli kitab halal selama ia tidak menyebut nama selain Allah atau pun ia tidak menyebut lafadz Allah (diam). Namun apabila mereka menyebut nama selain Allah tetapi sesuai dengan kebiasaan ajaran mereka (misalnya nama yesus, uzair, dsb) maka ada 3 pendapat yaitu: 
1. Tetap halal dengan alasan, Allah telah memberikan kekecualian bagi mereka dan Allah Maha Tahu apa yang mereka lakukan dalam kepercayaannya ( pendapat Ibnu Abas,Atha’). 
2. Haram, dengan alasan Q.S. Al- Baqarah :173, Al-Maidah :3 yang mengharamkan sembelihan yang menyebut nama selain Allah (pendapat Ali, Aisyah, Ibnu Umar). 
3. Imam Malik berpendapat makruh, bukan haram karena ada kekecualian dalam Q.S. Al-Maidah : 5. Bila ada dua pendapat yang alasannya sama kuatnya, keputusannya cenderung kepada yang haram, tetapi tidak mengharamkan sampai jelas bahwa itu haram   


BAB III KESIMPULAN


Hukum konsumsi daging impor boleh: 
1. jika kita mengetahui bahwa daging tersebut disembelih dengan cara-cara yang sesuai syariah. Dapat diketahui dengan label halal. 
2. Daging yang disebutkan itu diimpor dari negeri ahli kitab ( negeri yang masyarakatnya beragama Yahudi dan Nashrani) sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Maidah: 5 

“ Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” 

3. Sembelihan ahli kitab halal selama ia tidak menyebut nama selain Allah atau pun ia tidak menyebut lafadz Allah (diam). 
4. Daging dari hewan yang penyembelihannya dengan memutuskan tenggorokan dan saluran makanan

Hukum konsumsi daging impor tidak boleh: 
1. Daging sembelihan yang diimport dari luar negeri sementara kita mengetahui dengan pasti bahwa ia tidaklah disembelih dengan cara-cara yang sesuai syariah 
2. Sembelihan ahli kitab namun mereka menyebut nama selain Allah sesuai dengan kebiasaan ajaran mereka misalnya nama yesus atau uzair. 

Kita perlu berhati-hati terhadap apa-apa yang kita konsumsi karena ternyata label halal dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya banyak ditemukan ayam yang diekspor ke negeri Arab yang masih utuh kepalanya tanpa sembelihan. Bagaimana bisa daging tersebut mendapat label halal? Kasus seperti ini mungkin juga bisa terjadi di Negara kita. Oleh karena itu sebelum kita mengkonsumsi makanan terlebih dahulu ucapakanlah bismillah sebagaimana sabda Rasulullah,”Sebutlah nama Allah (bismillah) atasnya lalu makanlah.” Apabila kita benar-benar kesulitan untuk membedakan daging yang “halal” atau hanya diberi label “halal” padahal tidak disembelih secara syar’i. 


DAFTAR PUSTAKA 
http://assunnah.or.id 
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-daging-impor.htm http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/327/hukum-makanan-impor

Read More..